BISNIS "MLM", APA YANG SALAH ???

Posted by i kadek Mardika on Monday, October 22, 2012

Tulisan ini berasal dari Buku No Excuse yang merupakan buah tangan Isa Alamsyah. Lewat tulisan ini Saya mengajak Anda yang anti MLM untuk membuka hati dan merendahkan Ego Anda, meluangkan waktu beberapa menit untuk membaca tulisan di bawah ini.
Bagi Pelaku bisnis MLM, yang tadinya ragu semoga lewat tulisan ini bisa bertambah yakin menapakkan kaki di bisnis MLM nya.

Dengan demikian bila Anda masuk dalam kategori orang dengan pemikiran Otak Kanan tapi karena adanya keterbatasan modal, pendidikan, dsb bisa mewujudkan Impian Anda secara pribadi dan bila banyak pribadi yang tergugah hatinya, bangsa ini akan menjadi bangsa yang Maju...amien.


************************************************************************
Saya merasa perlu untuk memasukkan bahasan khusus No Excuse! untuk orang yang anti MLM dan sekaligus untuk penggiat MLM.

Saya sengaja menggunakan istilah MLM sekalipun banyak yang kini menyebutnya dengan Network Marketing maupun Personal Franchise, karena Saya merasa tidak ada salah dengan konsep atau istilah MLM, jadi tidak perlu malu menjalankan MLM, dan tidak perlu merasa rendah menjalankan bisnis MLM.

Jika Anda anti MLM, sebaiknya luangkan waktu sedikit membaca tulisan ini, karena mungkin saja ini adalah peluang yang bisa mengubah hidup Anda. Mungkin ini adalah jawaban dari doa Anda.

Karena Saya melihat MLM sebagai suatu konsep bisnis, adalah salah satu alternatif yang mudah, murah dan cepat untuk mencapai kesuksesan.

Memang saya akui, kendala terbesar menjalani MLM adalah menghadapi penolakan, tetapi itu terjadi lebih karena tingginya persepsi negatif orang tentang MLM terutama akibat ketidakmengertian masyarakat terhadap konsep MLM, diperburuk dengan adanya praktik MLM ilegal yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu setelah memahami konsep MLM, Anda harus jeli memilih MLM yang tepat, perusahaan yang terpercaya dan Visioner, Marketing Plan (sistem pembagian keuntungan) yang menguntungkan, serta mempunyai produk yang berkualitas. Karena hanya MLM yang seperti ini yang bisa bertahan untuk jangka waktu panjang.

Jika kita benar-benar memahami konsep MLM, kita akan lebih sadar bahwa sama sekali tidak ada Excuse untuk tidak Sukses, karena konsep MLM sudah membuka semua pintu kemungkinan untuk sukses.

Orang tanpa modal, tanpa bakat, tanpa latarbelakang pendidikan tinggi atau berasal dari keluarga miskin bisa sukses di MLM.


Karena modal di MLM yang utama adalah Impian. Siapapun yang mempunyai impian kuat akan sukses di MLM. Sebenarnya di usaha apapun Impian adalah modal penting, hanya saja di bisnis lain selain impian modal uang juga dituntut kesiapannya.

Modal uang di MLM yang sebenarnya nyaris tidak ada, karena biasanya hanya diwajibkan membeli produk (hati-hati kalau MLM tidak ada produknya mungkin Money Game). Kita memang harus berbelanja produk, tetapi itu berarti kita mendapatkan barang yang bisa kita konsumsi, jadi tidak sepenuhnya modal. Kalau Anda pernah dengar orang habis belanja jutaan rupiah untuk menumpuk barang MLM guna naik peringkat itu berarti mereka tidak menjalankan secara benar konsepnya. Mereka tidak menjalankan MLM secara alamiah.

Selain Impian, modal di MLM adalah waktu. MLM adalah mesih waktu. Setiap orang punya waktu yang sama yaitu 24 jam. Itu sebabnya di MLM setiap orang, kaya miskin, tua muda, berpendidikan tinggi atau rendah, punya kesempatan sama, karena semua punya modal sama yaitu waktu 24 jam. Konsep MLM mampu membuat waktu menjadi mesin uang.

Misalnya Anda melakukan presentasi 1 jam kepada seorang rekan dan dia tertarik menjalankan bisnis MLM yang ditawarkan, lalu dia menggunakan 1 jamnya juga untuk presentasi bisnis, berarti waktu produktif Anda menjadi berganda, dan begitu seterusnya.

Orang-orang kaya, menjadi super kaya karena mereka punya begitu banyak waktu produktif. Bill Gates punya 93.000 karyawan di lebih dari 100 negara yang masing-masing rata-rata menyediakan 8 jam hidupnya untuk perusahaan Microsoft. Artinya Gates mempunyai waktu produktif 774.000 jam sehari yang bekerja untuk meningkatkan assetnya.

Bedanya dengan MLM, pada usaha umum kita harus membayar atas semua waktu yang diberikan oleh pegawai kita sedangkan MLM setiap downline membayar sendiri gaji atas waktu yang mereka berikan.

Karena menduplikasikan waktu, jika jaringan sudah berjalan maka kita akan mendapatkan kebebasan waktu.

Modal lain dari MLM adalah Network atau Jaringan. Banyak yang bilang orang yang sukses di MLM hanyalah mereka yang punya teman banyak, itu juga kesalahan. Jika Anda bisa merekrut 1 orang satu bulan, dan setiap bulan orang tersebut bisa mengajak 1 orang serta terduplikasi (diikuti secara sempurna), maka dalam 1 tahun jaringan Anda bisa mencapai 4096 orang. Simak detailnya di bahasan berikutnya.

Bulan Pertama Anda sendiri mengajak 1 orang join menjadi  2
Bulan ke2,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi   4
Bulan ke3,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi   8
Bulan ke4,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi  16
Bulan ke5,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi   32
Bulan ke6,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi  64
Bulan ke7,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi  128
Bulan ke8,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi  256
Bulan ke9,   masing-masing mengajak 1 orang join menjadi  512
Bulan ke10, masing-masing mengajak 1 orang join menjadi 1024
Bulan ke11, masing-masing mengajak 1 orang join menjadi 2048
Bulan ke12, masing-masing mengajak 1 orang join menjadi 4096

Artinya hanya dengan merekrut 1 orang sebulan, 12 orang setahun, Anda bisa mempunyai jaringan sampai 4000-an dalam setahun. Jadi tidak perlu banyak teman bukan ? Orang dalam jaringan kita bukan cuma teman kita tapi juga teman dari teman kita.

Mungkin Anda akan bilang, Ah itu kan teori! Betul ini cuma teori pada prakteknya bisa kurang tapi bisa juga lebih.

Saya punya kenalan seorang leader MLM di Indonesia, ia mempunyai downline sebanyak 4 juta orang di Indonesia. Luar biasa bukan ? Lalu Saya tanya berapa orang dari mereka yang benar-benar dia rekrut, ternyata hanya seratusan orang. Selebihnya adalah yang direkrut oleh temannya, temannya-temannya, temannya-temannya-temannya...

Modal penting lain MLM adalah Informasi. Perusahaan MLM memberi bonus karena Anda berjasa memberikan informasi produk kepada orang lain. Ini adalah sesuatu yang tidak ada di Perusahaan Konvensional. Apa yang disebut bonus dalam MLM, tidak lain adalah penghargaan atas jasa Anda memberikan informasi kepada orang lain atas sebuah produk. Alur informasi tersebut dicatat dalam struktur sponsorship upline dan downline. Setiap perusahaan MLM mengatur sistem sedemikian rupa agar mereka yang semakin banyak memberi informasi mendapatkan lebih banyak bonus.

Dalam hidup ini Saya yakin Anda mempunyai banyak jasa pada perusahaan sangat besar. Suatu saat anda bilang produk ini bagus sekali, mutipurpose, minum produk ini badan lebih sehat dan berbagai rekomendasi lainnya. Teman-teman membeli produk yang direkomenndasikan tapi Anda tidak mendapat apa-apa atas jasa tersebut. Anda memberi informasi berharga tapi tidak mendapat reward.

Semoga Penjelasan sekilas ini cukup menunjukkan konsep MLM secara jelas.
(sumber : Buku No Excuse by Isa Alamsya)

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Powered by Blogger.

Blog Archive