Step-step Penting Dalam Merekrut

Posted by i kadek Mardika on Thursday, October 25, 2012

Step by step penting bagaimana cara merekrut. Kira-kira apa aja sih ya? Ok, saya akan sharing sedikit pengalaman yang saya ketahui soal ini ya :)

Pertama: Bisnis MLM adalah bisnis yang sempurna untuk setiap orang. 
Tapi, gak semua orang punya kapasitas yang cukup memadai untuk menjalankan bisnis ini. Kenapa? Iyalah… Gak semua orang lho mau mengerjakan bisnisnya, gak semua orang merelakan waktunya untuk diinvestasikan di bisnis ini.

Banyak lho orang yang suka nya nonton TV atau jalan-jalan di mall seharian saat punya waktu luang. Dia malas untuk melakukan hal lain, apalagi yang namanya harus kerja sampingan, jalanin bisnis MLM, waaah gak banget deh!
Nah, buat model orang seperti ini, kita memang gak bisa membantu apa-apa lho!
Kesimpulannya, pada tahap awal merekrut: Pahami bahwa kita bisa merekrut SIAPA SAJA. Jangan ragu untuk memprospek SIAPA SAJA. Pada tahap awal, jangan mengkotak-kotakkan prospek, siapa pun bisa masuk dan menjalankan bisnis ini. Penyaringan kita lakukan di tahap berikutnya, bukan pada saat merekrut ya!


Kedua: Presentasi bisnis saat merekrut harus mencakup keseluruhan hal dalam bisnis yang Anda tawarkan:
profil perusahaan, produk -jenis dan fungsi, jenjang karir, sistem pembagian bonus, dan dukungan dari grup bisnis serta perusahaan induk. Jangan lupa kupas sedikit tentang cara menjalankan bisnis ini.

Presentasi bisnis bisa Anda lakukan melalui media apa saja:
tatap muka, online, webinar atau audio-visual menggunakan bantuan CD/DVD/video. Tugas kita adalah memastikan bahwa prospek sudah mendapatkan keseluruhan informasi penting dalam tahap pertama ini.

Ketiga: Follow Up. Proses ini merupakan perpanjangan dari presentasi. Lakukan hal ini maksimal 2×24 jam setelah prospek mendapatkan informasi pertama via presentasi. Tidak ketinggalan, tetap lakukan follow up setiap dua mingguan atau bulanan. Beri mereka informasi-informasi terbaru tentang bisnis atau kemajuan Anda pribadi dalam bisnis MLM yang Anda tekuni. Sebisa mungkin, manfaatkan media sosial dan jejaring sosial yang sedang marak. Jadilah teman mereka agar prospes follow up terasa ringan dan menyenangkan.

Keempat: Ikhlaskan :) .
Maksud dari tahap ini adalah biarkan, bebaskan prospek untuk memilih. Biarkan mereka berkata “YA” dan “TIDAK” tanpa tekanan apa pun dari Anda. Ingat, meski bisnis ini sempurna untuk siapa saja, tapi tidak semua orang akan mau menjalankannya.
Bila prospek setuju untuk bergabung, segera daftarkan dan lakukan pelatihan awal [getting started] dan bila tidak, ikhlaskan :) . Anda bisa segera mencari prospek-prospek baru, bukan?

Saya ingatkan sekali lagi, tugas Anda dalam proses merekrut adalah BUKAN merekrut kandidat terbaik [kita tidak akan pernah tahu tentang ini sampai mereka benar-benar fokus menjalankan bisnisnya kan?].

Tugas Anda adalah membuat list sebanyak-banyaknya dan memprospek sebanyak-banyaknya dan segera mengeluarkan mereka yang menolak untuk bergabung agar energi Anda bisa dialihkan pada prospek-prospek baru. Itu saja…

Nah, selamat merekrut yaaaa… Sukses!

^Sonhaji VS Davit Teamp^

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Powered by Blogger.

Blog Archive