Terapi Air Minum Untuk Penyembuhan

Posted by i kadek Mardika on Monday, October 15, 2012

Terapi air minum untuk penyembuhan berbagai macam penyakit saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, bahkan  terapi air disebut-sebut sebagai "the future medicine" oleh beberapa ahli kesehatan modern.
VO2 Water
Berbagai riset yang dilakukan oleh salah satu organisasi medis di Jepang menunjukkan bahwa pengobatan dengan terapi air memiliki efektifitas sangat tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit, kesuksesannya bisa mencapai 100 %.
Riset-riset terapi air tersebut dilakukan dalam penyembuhan penyakit-penyakit sbb :

  1. Migrain, tekanan darah tinggi dan darah rendah (anemia), linu persendian, ayan (epilepsi) dan kegemukan yang disertai oleh debaran jantung yang kencang.
  2. Batuk, TBC, asma & bronchitis
  3. Infeksi selaput otak dan semua penyakit yang berhubungan dengan urine dan hati.
  4. Kelebihan zat asam dan infeksi pada lambung, disentri dan wasir.
  5. Rutinitas haid yang tidak teratur pada perempuan.

Beberapa cara penyembuhan yang dapat dilakukan dengan metode terapi air sbb :
  • Minum 4 gelas air putih begitu terbangun di pagi hari.
  • Berhenti mengkonsumsi makanan selama 45 menit setelah minum air, baru kemudian boleh menyantap makanan.
  • Berhenti mengkonsumsi makanan selama 2 jam dalam bentuk apapun setelah makan pagi, baik berbentuk cair maupun padat. Hal yang sama juga dilakukan pada jam makan siang dan malam.
  • Jika 4 gelas air putih dirasa terlalu berat (terutama bagi mereka yang telah lanjut usia) dapat digantikan dengan cara meminumnya sedikit demi sedikit dan bertahap, sampai terbiasa dan dapat menghabiskan 4 gelas sekaligus.
Lebih jauh, berikut ini adalah hasil riset terapi air tentang masa penyembuhan setiap penyakit :
  • Tekanan Darah : 20 hari
  • Penyakit lambung : 10 hari
  • Diabetes : 30 hari
  • Kanker : 6 bulan (hasil sinar X dan pemeriksaan menyatakan perkembangan yang menggembirakan)
  • TBC : 3 bulan
Dari uraian di atas, nampak bahwa terapi air minum dapat dikategorikan sebagai media alternatif penyembuhan berbagai macam penyakit baik yang bersifat sementara maupun kronis.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bahwa RISET-RISET tentang terapi air tersebut adalah dilakukan di Jepang atau di negara-negara maju lainnya, dimana standard yang ditetapkan terhadap air minum untuk konsumsi masyarakatnya itu sendiri sudah sedemikian tingginya. Bagaimana dengan di Indonesia ? Apakah semua air minum yang tersedia atau beredar di pasaran Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai air terapi ?
Untuk menjawab hal tersebut tentu saja memerlukan pengetahuan bagaimana cara bekerja air didalam tubuh manusia, termasuk pengetahuan khusus tentang sifat dan karakter air itu sendiri. Tanpa pemahaman yang memadai, pengobatan alternatif melalui terapi air tidak dapat dicapai secara maksimal. Bahkan jika salah menerapkannya akan menghasilkan hal sebaliknya yang dapat memperparah atau bisa membahayakan kondisi  mereka yang mengkonsumsinya.
Syarat-syarat terapi air minum untuk penyembuhan :
  1. Layak konsumsi (tidak berbau, tidak berwarna, higienis / bebas bakteri yang membahayakan kesehatan).
  2. PH minimal = 7 (tidak bersifat asam, dianjurkan antara 7 s/d 8,5).
  3. TDS (Total Dissolve Solid) antara 1 s/d 10 ppm.
  4. Memiliki sifat DETOKSIFIKASI (mengeluarkan racun dalam tubuh)
  5. Kandungan oksigen yang terlarut dalam air cukup TINGGI.
  6. Cluster (molekul air) yang SANGAT KECIL supaya mudah diserap dinding usus & sel.
  7. Susunan air berwujud HEXAGONAL (air minum biasa susunannya berbentuk Pentagonal) agar bisa menyesuaikan dengan aliran darah.
  8. Mampu me-REGENERASI sel-sel yang telah rusak atau meng-AKTIF-kannya kembali.
" Tidak Semua Air Minum Mampu Berfungsi Sebagai Air Terapi "
Jika saat ini anda adalah salah satu diantara mereka yang memilih terapi air sebagai alternatif penyembuhan, pastikan bahwa air yang anda konsumsi memiliki  syarat-syarat di atas. Biasanya tidak membutuhkan waktu lama untuk merasakan manfaatnya, antara 2 s/ d 7 hari maka perubahan ke arah perbaikan / kesembuhan sudah dapat  dirasakan.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Powered by Blogger.

Blog Archive